Assalammualaikum WRB,
Saudara-saudara Muslim yang di rahmati ALLOH SWT, mudah-mudahan artikel yang saya kirim ini dapat menjadikan sarana untuk kita semua sebagai, bahan untuk membawa bekal dalam menghadapi kehidupan yang nyata dan abadi di sisi Alloh SWT. AMIIN Ya Robbal Allamin.
11 amalan yang terbalik:
1. Amalan Selamatan/kenduri beberapa malam setelah saudara/keluarga/tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dng yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dimana Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga yang berduka guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang telah ditimpa kesedihan tersebut terpaksa menyediakanmakanan & membeli segala sesuatu untuk mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji.Tidakkah mereka yang hadir & makan tersebut tidak khawatir termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau harta peninggalan si mati yang belum dibagikan kepada yang berhak menurut Islam ?
2. Kalau datang ke resepsi/pesta pernikahan/khitanan selalu berisi hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan untuk pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal. kita tidak malu untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi tempat orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya jika ke Resepsi/pesta pernikahan/khitanan, tidak memberipun tidak apa-apa. Karena tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan bukan untuk menambah pendapatannya.
3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri rapat dng pejabat, kita berpakaian bagus, rapi & indah tapi bila menghadap Allah baik di rumah maupun di Mesjid, pakaian yang dipakai adalah pakaian seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan/Amalan yang terbalik ?
4. Kalau bertamu ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa malu untuk makan sampai habis. Padahal yang dituntut tuan rumah kepada tamunya adalah jika hidangan yang disuguhkan tidak dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.
5. Kalau mengikuti pengajian di majelis-majelis Taklim sangat rajin, tapi kita lupa dirumah takpernah mengaji Al Qur’an bahkan ada anak/keluarga dirumah tak bisa membaca Al-Qur’an. Bukankah ini amalan tebalik ?
6. Bulan Puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Padahal seharusnya yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita ?
7. Kalau untuk menjalankan ibadah haji, sebelum berangkat, banyak orang mengadakan Selamatan/do’a/Walimatursafar dengan mengundang saudara muslim kita, tetapi setelah kembali dari Haji, tidak ada do’a/selamatan bersama untuk bersyukur. Anjuran do’a/selamatan dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari bermusafir/perjalanan jauh bukan karena perginya saja tetapi kembalinyapun selamat. Bukankah amalan ini terbalik ?
8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam ujian. Maka dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan biaya tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat membaca Al-Qur’an, mereka tidak berusaha mencari/mengantar anak-anak ketempat kursus baca Al-Qur’an atau kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp.300.000,00 perbulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi kepada Ustadz yang mengajarkan mengaji hanya Rp.100.000,00 perbulan untuk 20 kali pertemuan. Bukankah terbalik amalan kita ? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak dapat baca Al-Qur’am atau Sholat dari pada tidak lulus ujian.
9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja mengejar rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (Mesjid) tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak datang ke Mesjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah diminta tapi untuk mampir ke rumahNya segan dan malas.
10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak, berhias secantik mungkin. Tapi kalau di rumah….???. Sedangkan yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia.
11. Rassulloh SAW, mewajibkan kaum pria untuk berjamaah di Masjid/Surau/Musholah dalam melaksanakan sholat wajib 5 Waktu sehari, tetapi mengapa yang banyak ikut berjamaah itu adalah kaum wanita. Bukankah Amalan kita terbalik ?
Cukup dengan contoh-contoh di atas, Marilah kita berlapang dada menerima hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang digubah mengikuti selera kita. Allah yang menciptakan kita, maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita. Sabda Rosulullah SAW : “Sampaikanlah pesan-KU walau hanya satu ayat”. (Riwayat Bukhari). Terima Kasih mudah-mudahn dapat bermanfaat untuk kita semua sebagai bahan intropeksi diri. Wahllohhualam Bisawab. Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s