Ini memang untuk yang kesekian kalinya aku melewatijalanan itu disaat malam menjelang ke sepertiga terakhirnya. Sudah tidakbanyak aku jumpai orang-orang yang biasanya lalu lalang di sekitar sana.Hanya ada beberapa saja yang mungkin mereka berada dalam kondisi yang tidakjauh berbeda denganku akhir-akhir ini.
Dimana antara tuntutan tugas danamanah sepertinya posisinya sudah semakin jauh lebih membumbung tinggidibandingkan dengan saat-saat senggang.Satu persatu lampu-lampu di taman kota kini mulai mati, biasanya memanghanya tinggal beberapa lampu saja yang menyala hingga pagi nanti.
Sementara itu, kerikil jalanan masih setia menemani langkah ini, meski kadang merekamesti melompat dan berlari karena terseret langkahku yang sudah semakin taktentu.
Di kejauhan sana, dua orang pemuda sedang asyik berbincang, sepertinya memang mereka sedang membahas sesuatu. Saking asyiknya, mereka mampubertahan hingga di kala dini hari menjelang seperti ini.
Semakin lamasemakin aku mendekat ke arah mereka. Tidak lebih dari dua puluh tahunan,pikirku menebak usia mereka. Seorang dari mereka dengan seriusnya bercerita,sementara yang satu lagi memperhatikannya sambil sesekali mengomentarinya.Aku hanya tersenyum dalam hati. “Alangkah indahnya, andaikan kita memilikimereka yang bisa mendengarkan segala keluh kita, kapan pun itu,” gumamku saat itu.
Itukah arti kesetiaan dalam persahabatan? Aku kira bukan, karena diakui ataupun tidak, kadang seorang sahabat pun satu waktu akan berada di posisi jenuhdengan segala keluh dan kesah kita.
Mungkin ketika kita bercerita tentangmasalah kita, siapa tahu dia pun memiliki masalah yang sama atau bahkanlebih berat dari apa yang kita hadapi. Hingga ia pun tak mampu memberikanatas apa yang kita harapkan didapat darinya.Aku terdiam sejenak merenungkan semuanya. Malam terasa semakin sepi. Dinginseakan menyelimuti diri. Sementara suara binatang malam pun seakanmenghilang. Hening. Aku menarik nafas panjang.
Kini aku semakin mengerti, ternyata memang semestinya tak ada lagi yangperlu diragukan dariNya. Hanya Ia yang Mahasantun dengan segala rahmat dankasih sayangNya, akan senantiasa setia menerima segala keluh serta kesahpara hambaNya. Tak ada dan tak akan pernah ada yang lain.
Perlahan, aku kembali merenungi kembali ayat-ayatNya yang telah Ia perkenankan untuk menjadi petunjuk diri ini. Merenungi satu makna akansebuah janji dariNya, memaknai satu kepastian akan keberadaanNya yangsungguh amat teramat dekat dengan diri ini.
Ya Rabb, ampuni diri ini, yang ternyata begitu mudah untuk menyangsikan atas segala kuasaMu.”Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah)bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yangberdo’a kepadaKu.”Ada tetes kesejukkan yang terasa seakan menelusup ke dalam diri ini, ketikamencoba kembali merenungi ayat ke 186 di Surat Al-Baqarah itu.
Tidak jarang kita selalu merasa bingung ketika menghadapi sesuatu hal yangseakan menyudutkan atas posisi kita. Hingga akhirnya kita serasa begitusulit mencari dan begitu sibuk bertanya, kepada siapa harus mengadukansegalanya? Percayalah, tak akan ada yang bisa menjamin siapa pun mahluknyayang akan senantiasa mengerti akan diri ini, siapa pun dia.
Karena, memangternyata benar, dalam masing-masing diri ini selalu ada keegoan diri yangseringkali telah membatasi akan makna kesetiaan antara kita dengan oranglain.Hanya satu makna penghambaan yang bisa menjawab tanya itu.
Penghambaan antara seorang hamba dengan yang Maha segalanya. Yang akan mampu menjadikansatu solusi untuk menjembatani diri, hingga kita mampu setiap saat dansetiap waktu untuk mengadukan segala hal yang ada. Tanpa batasan masa.
Namun memang, ada syarat untuk kita ketika mengharap akan keberadaan kitaagar selalu bersamaNya. Hingga hidup ini terasa indah dalam naungan rahmatdan kasih sayangNya. Adalah sebuah lanjutan dari ayat yang tadi.”… maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklahmereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”Wallahu a’lam bish-shawab.
*Hanya Ia yang Setia*
Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan****KotaSantri. com : *
*Beranda @ KotaSantri.com*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s