Sahl at-Tustari berkata : “Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman, sampai ia memiliki 4 hal : menunaikan yang fardhu sesuai dengan sunnah, memakan yang halal dengan wara’, menjauhi larangan baik yang lahir maupun batin, sabar atas semua itu hingga kematian datang”

Assalaamualaikum Wr Wb.
4 hal ini tidak sengaja, Sang Hina baca…tersentak dengan setiap kata yang tertulis dan dituangkannya….
hmm….Hakikat Iman, tanpa mengabaikan Syariat ….inilah judul bukunya….
jika ingin mencapai hakikat, maka jangan pernah sepelekan apa yang sudah disyariatkan…….lakukan semua sunnah, namun jangan sampai melakukan yang melanggar syariat……
1. Tunaikan fardhu sesuai dengan sunnah.
Lakukan apa yang sudah diwajibkan atas kamu, lakukan fardhu itu dengan pelengkap sunnah-sunnah yang tidak melanggar syariat…dalam hal ini, ibadah inilah menjadi tonggak dimana kekuatan syariat kita…kekuatan dasar dari hati kita….
2. Memakan yang halal dengan wara’.
Makanlah apa yang halal di sekitarmu…Jangan malu dan jangan sungkan, serta jangan sedikitpun bimbang dengan sesuatu yang halal itu………Namun makanlah yang halal dengan wara’ (hati-hati), jangan sampai kita memakan dengan berlebihan, karena didalammnya terkandung hak-hak saudara kita, terkandung nafsu syaitan yang dengan licik menyerang kita…maka makanlah yang halal dengan hati-hati, hanya mengharap Ridho Illahi Robbi..
3. Menjauhi larangan baik yang lahir maupun batin.
ketika kita bisa memakan yang halal dengan wara’, maka jauhilah larangan-larangan yang ada, baik secara lahir maupun batin. Jangan pernah sekalipun membiasakan diri untuk melakukan larangan-larangan tersebut dengan leluasa, karena Allah Maha Melihat…melihat yang Lahir maupun Batin
4. Sabar atas semua itu hingga kematian datang.
Garis akhir perjuangan kita adalah pada titik ini, Sabar atas semua itu….ya….sabar dengan ketiga hal diatas, karena Sang Hina yakin…benturan-benturan itu akan selalu datang dan ada setiap saat..maka bersabarlah atas semua itu, hingga Kematian menjemput kita dengan indah…karena kita menjadi orang yang beriman….

dari semua itu harapannya adalah Allah menjadi satu-satunya tempat kita berharap dan berdoa….satu-satunya tempat berlindung…..ingat Hakikat tidak bisa diterjemahkan dengan Syariat, namun Syariat yang bisa mengantar kita menuju jalan Hakikat…..

Semoga kita menjadi Hamba yang selalu dituntun Allah menuju jalan yang lurus..Aamieennn
Wassalaamualaikum Wr Wb.
*Sang Hina hanya berusaha menjadi Hamba yang mencintai Allah dengan tulus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s