Sabar ya, semua pasti ada hikmahnya“…

kata-kata itu yang selalu diucapkan beberapa temanku untuk menghiburku
memang kuakui, aku sedang menghadapi masalah
tapi aku tak mau urusanku dicampuri oleh orang lain
biarlah aku sendiri yang menyelesaikan masalahku sendiri
untuk apa mereka tahu masalahku
lagipula mereka tak merasakan apa yang aku rasakan
hanya kata-kata sabar yang selalu mereka ucapkan
akupun tahu kata-kata itu..
aku paham dengan kata-kata itu…
“sabar ya…”
tapi sulit rasanya untuk menerima
menerima ketika aku dalam masalah
dan aku ingin semua orang bisa merasakan jika ada didalam posisiku

apa mungkin mereka bisa “sabar”
apa mungkin mereka bisa “mendapat hikmah”

jika mereka ada diposisiku, pasti tak mungkin mereka bisa bilang “aku harus sabar”

*coretan2 diatas adalah beberapa kata hati yang sering kita rasakan, ketika menghadapi masalah yang berat

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS.Ali Imran [3] : 200).

Sabar itu adalah wujud kita yakin akan pertolongan Allah, dari wujud ikhtiar dan tawwakal kita…

Nabi s.a.w. bersabda:

“Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.

Isa Al-Masih a.s. berkata:

“Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.

Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain:

“Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah, bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik. Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.

Ali r.a. berkata pula:

“Sabar itu dari iman, adalah seperti kedudukan kepala dari tubuh. Tidak ada tubuh bagi orang yang tidak mempunyai kepala. Dan tidak ada iman, bagi orang yang tiada mempunyai kesabaran”.

Ibnu Mas’ud r.a. berkata:

“Iman itu dua paruh (nishfu), separuh sabar dan separuh syukur”.

dari beberapa kutipan hadist diatas, secara jelas dan gamblang dapat dikatakan
kita hidup memang harus bersabar dan bersyukur,
belum tentu hal yang baik menurut kita, itu baik menurut Allah, maka kita bersabar
belum tentu hal yang baik menurut Allah, itu baik menurut kita, maka kita bersyukur

kita memang sering melupakan sabar dan syukur, karena kita jarang menggunakan mata hati kita,
jika kita mau lebih menggunakan hati kita untuk melihat orang lain
tanpa harus melihat penampilan terlabih dahulu
maka kita tidak akan lepas dari rasa sabar dan syukur.

sabar dalam menghadapi masalah, dan syukur setelah mengetahui hasil ikhtiar kita dalam menghadapi masalah, karena dari inilah terbentuk kedewasaan kita dalam menempuh jalan dunia yang penuh dengan sandiwara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s