Alhamdulillah, Sang Hina masih diberikan sedikit kekuatan dari Allah, untuk berbagi cerita dengan saudara2ku diluar sana.

Bulan Puasa ini, memang berat dari bulan2 sebelumnya, dan tahun ini adalah tahun yang berat pula, daripada tahun2 sebelumnya. walaupun bukan pertama kali, jauh dari keluarga, namun kali ini, tak bisa ku sesekali pulang seminggu sekali, karena jarak yang memisahkan.

Jauh dari keluarga, memang tampaknya sulit kuatasi, namun mungkin ini harapan TuhanKu, yang ingin mendidikku hanya untuk bergantung kepadaNya. dari semua cerita perjalanan hidupku, mungkin ditempat inilah wujud nyata siapa diriku, apa yang telah kucari selama ini, dan pembuktian pelajaran2 hidup yang telah aku alami.

Pengalaman Pribadiku ketika kecil, aku puasa

Dulu ketika aku kecil, sejak dari TK, aku sudah belajar untuk berpuasa, walaupun masih saja, ketika bedug dhuhur terdengar, aku langsung berlari, mencari segelas air, dan sepiring nasi…hal itu berjalan sampai aku kelas 1 SD, sementara kelas 2 aku sudah memulai untuk berpuasa FULL, tak ada janji-janji yang diberikan orang tuaku, hanya berupa GENGSI jika aku ketahuan tak puasa diantara teman2ku…hmm….
rasanya malu bercampur semua, masa aku kalah dari teman2 sebayaku…

akhirnya itulah tujuanku, GENGSI …tak melulu mencari RIDHO ALLAH, ataupun dilakukan dengan GEMBIRA, cerminan seorang anak kecil yang normal, yang memang blm menemukan hidayah, mungkin inilah yang dirasakan adik kecilku, yang bernama Almeida Ulfiani Nursyifa, adik kecilku yang cantik, rupawan, centik, nakal namun mengobati semua rasa rinduku ketika kulelah.

Adikku dah mulai puasa

tak terasa adikku sudah mulai berajak, berubah menjadi sesosok gadis kecil yang mungil, sudah berusaha untuk memulai puasanya. ada kebanggaan tersendiri, dengan dia sudah mulai belajar mengaji, dan puasa, itu hadiah luar bisa, dikala aku jauh dari adikku.

mungkin niatnya berbeda dengan pengalaman pribadiku ketika aku masih kecil, mengharapkan balasan untuk usahanya selama berpuasa, tak apalah, aku pikir,
hitung-hitung masih belajar, pelan dan perlahan pasti dia akan faham, tentang arti puasa. bukan karena GENGSI, bukan karena MALU atas TEMAN2, dan bukan karena makhluk, tapi karena HATInya berkata SEMUA KARENA ALLAH, semoga… Aamiennn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s