Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam, aku masih duduk ditempat dimana ada warung yang menghidangkan makanan cepat saji, seperti roti bakar, mie instant, kopi, teh, dll. Tempat dimana aku sedang memesan sebuah Susu Coklat Panas, dan Roti Bakar Nanas yang ditaburi irisan keju tipis…hmm, memang biasanya kalau sedang lapar dimalam hari, kuhabiskan rasa laparku di tempat ini, sambil menyaksikan ada siapa dan sedang apa orang-orang disana.

Pintu gerbang yang biasanya memang sudah ditutup oleh satpam di komplek tersebut, menandakan bahwa jalur tersebut tidak dapat dilewati. Namun 15 menit setelah aku berada di warung tersebut, muncul sosok pemuda yang menaiki kendaraan matic, yang sedang berboncengan dengan seorang wanita, tampak berdiri didepan pintu gerbang yang sudah tertutup.

Sembari mengeluarkan dompetnya, pemuda itu menunjukkan dompetnya kepada salah seorang yang berada dekat dipintu tersebut, kuperhatikan, orang tersebut kaget sambil manggut-manggut, dan berlari kecil tergopoh-gopoh, mungkin memanggil satpam yang memegang kunci pintu gerbang tersebut. Tak berselang lama, satpam tersebut datang, sambil membuka pintu gerbang, dia mencoba bertanya kepada pemuda dan wanita tersebut, kembali lagi, pemuda tersebut mengeluarkan dompetnya, dan menujukkannya kembali kepada satpam tersebut. Kulihat sekilas, mungkin mirip kaya adegan di film-film…hmm

Sejenak kemudian, motor matic itu berlalu meninggalkan satpam dan orang yang tadi lari tergopoh-gopoh. Dan menghilang dari pandanganku.

“Bakal balik lagi nich”, batinku, karena kulihat satpam segera menutup pintu gerbang kembali, kenapa kuucap dalam batin, hal seperti itu, karena pemuda tersebut, tanpa helm sedang mengantarkan teman wanitanya, dan mungkin nanti akan kembali lagi melewati jalan itu lagi.

5 menit berselang, tepat seperti dugaanku, pemuda itu kembali lagi, dengan motor matic yang sama, namun sekarang sambil memboncengkan seorang laki-laki, sesaat setelah dia berhenti di depan pintu gerbang yang ditutup, kulihat tampak dia agak marah, namun yang membuat aku kaget adalah, dia mengelurkan sepucuk pistol dari belakang pinggangnya, sembari matanya mencari mangsa, setelah dipindahkan letak pistolnya yang awalnya di belakang pinggang, dipindahlah kedepan. Sambil memutar arah motornya, mungkin dia mencari satpam yang tadi dia minta untuk membuka pintu gerbang. dan kuambil inisiatif, untuk mencatat nomornya, mungkin suatu ketika akan berguna, walaupun dalam tulisan ini tak akan aku cantumkan.

Sesaat kemudian motor itu hilang dari pandangan, hilang bersama pemuda yang membawa dompet yang menjadi kebanggaannya, dan pistol yang menjadi alatnya.

Dalam benakku terus bergelantungan, apakah cara pemuda itu benar, dengan menggunakan fasilitas yang dia miliki, untuk mendapatkan semua keinginannya. Lantas bagaimana bangsa ini bisa menjadi benar, jika pemuda-pemudanya pun, sudah seperti itu, tak menggambarkan kredibilitas, dan integritas.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa apapun yang kita miliki, tak lantas memperbolehkan kita berbuat sesuka hati.

2 thoughts on “Kejadian Malam 16 November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s