Waktu menunjukkan jam 2 lebih, kala siang itu, sesaat setelah pelatihan hari ini berakhir. Pelatihan yang memang beberapa hari ini aku ikuti, bertempat didaerah Jl. Sudirman, yang memang terletak disebuah kawasan perkantoran yang sangat luas. Saat itu, kami bertiga, Aku, dan 2 orang teman kantorku, memutuskan untuk mampir dulu ke Plangi (Plaza Semanggi) yang memang lokasinya cukup dekat dari lokasi training hari ini.

Link source Picture

Karena salah satu teman kantor memutuskan untuk naik motor, akhirnya hanya aku dan teman kantorku yang naik alat tranportasi lain ke Plangi. Alternatifnya adalah Metromini, Patas, Taksi. Setelah ditimbang-timbang, kami memutuskan untuk memilih taksi saja, kami agak ragu untuk naik Metromini atau Bus Patas, karena memang belum pernah sampai ke Plangi, maklumlah karena aku sendiri masih jarang muter-muter Ibukota Jakarta, walaupun sudah hampir setahun aku bertempat di Jakarta.

Pengalaman Aneh pertama, dengan Taksi pertama

Kulihat ada sebuah armada Taksi yang sedang melintas dihadapan kami, setelah memberi kode, Taksi itu menepi, dan kami berdua masuk kedalamnya. setelah menyebut nama tempat tujuan kami, Plaza Semanggi, supir sempat mengulang lagi tempat tujuan kami, namun inilah permasalahan yang timbul, kami berdua mengira, tempat yang dimaksud oleh supir itu, sama dengan apa yang telah kami sebutkan diawal, dan ternyata apa yang didengar supir itu berbeda dengan apa yang kami dengar. Dan supir itu mengira, kami akan ke Plasa Mandiri.

Dari sinilah pengalaman aneh yang pertama terjadi dengan Taksi, sesaat sebelum masuk ke Plasa Mandiri, kami baru menyadari, bahwa tempat yang dituju supir itu salah, tidak sama dengan yang kami maksud. ..

anehnya, supir malah marah-marah ke kami, dari menyalahkan karena diam saja ketika saat naik, supir menyebutkan Plasa Mandiri, dan menurut dia, kami diam saja, (padahal kami lebih dulu menyebutkan Plasa Semanggi setelah naik taksinya), dan yang kedua, menyalahkan kami karena diam saja, ketika melewati Plasa Semanggi (padahal kami mengira, supir sedang mencari jalan terdekat menuju tempat yang kami maksud?….hmmm

dan ini yang paling parah, seumur-umur biasanya aku yang keluar dari taksi kalau sudah sampai tujuan, atau memang taksinya tidak nyaman, tapi kali ini supir yang menurunkan penumpangnya, dan menurunkan kami didepan Plasa Mandiri, sambil berucap ga usah bayar.

Dalam hatiku tertawa, dan aku tersenyum, kalaupun memang salah tujuan, kenapa supir tak mau mengoreksi dan mengantar kami ke Plasa Semanggi, padahal biaya yang terterapun, tetap kami bayar, toh kami tidak protes masalah biaya. Tapi mungkin karena  “mood” supir masih ga enak, akhirnya kami keluar dari taksi tersebur. Aku keluar sambil melihat nama sopir tersebut, siapa tahu kalau besok ketemu lagi, bisa aku kasih tahu pelan-pelan. Dan itu menjadi obrolan kami selama mencari taksi lagi untuk menuju Plasa Semanggi.

Pengalaman Aneh kedua, dengan Taksi kedua

Setelah keluar dari taksi pertama, kami berjalan menyeberang, untuk mencari taksi lain yang akan mengantar kami menuju Plasa Semanggi. Setelah mendapatkan taksi pengganti, kamu menyebutkan Plasa Semanggi sebagai tujuan kami. dan kami ucapkan dengan sedikit keras dan pelan. supir mengulang lagi, namun dijawab dengan nada seperti orang bingung.

Berjalanlah taksi yang kami tumpangi itu, menuju ke Plasa Semanggi, dengan diiringi percakapan yang masih membahas tentang supir taksi yang sebelumnya. Setelah beberapa menit, supir tiba-tiba bertanya, “Mas, muternya yang sebelah ini atau yang sebelah sana???”, seketika aku kaget, dalam hatiku bertanya, lhoh malah supirnya tanya saya, harusnya dia yang lebih tahu jalan.

“saya ga mudeng pak, emang kenapa pak?” tanyaku kepada supir, “pernah ke Plasa Semanggi mas?”, tanya supir, “belum kalo lewat jalan ini, seringnya sich dari Jalan Sudirman”, jawabku. “kenapa pak?“, tanyaku balik, karena aku penasaran. “begini mas, saya agak “blank” ketika mas bilang ke Plaza Semanggi, karena saya ga pernah ke Plasa Semanggi mas, jadi g tahu jalannya.”, jawabnya.

Waduhhhhhhhhhhhhhhhhh……………………….tambah lagi hal yang aneh….

Akhirnya setelah berputar menuju Plasa Semanggi, aku tunjukkan jalan menuju Plaza Semanggi. dengan menahan ketawa, kami berdua keluar dan mengucapkan terima kasih kepada sopir. Setelah masuk kedalam, kami tertawa heran, koq hari ini kayaknya ada hal yang aneh antara kita dengan sopir taksi.

Dan aku masih jelas mengingat kedua Armada Taksi tersebut, sopirnya pun aku masih ingat. namun memang sengaja tidak disebutkan, menjaga profesionalitas.

Pengalaman Aneh 2 kali dengan sopir taksi ini, menjadikan aku lebih bersyukur, masih senang bisa jalan kaki ke kantor, ataupun jalan-jalan naik angkot. Pengalaman aneh yang mungkin tak akan bisa aku lupakan. Semoga ga kapok, naik dua armada taksi tersebut.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s