Jam pada komputer kantorku sudah menunjukkan pukul 20:18 malam, yup….aku masih saja dikantor. aku serta beberapa orang temanku masih saja duduk tenang diatas kursi kantor, ditemani suara musik dari laptop tetangga, terkadang diiringi nyanyian suara syahdunya, dan kamipun asyik menghabiskan waktu untuk mengejar pekerjaan-pekerjaan kantor yang belum bisa terselesaikan. Maklum diakhir tahun, pastilah banyak pekerjaan serta laporan-laporan yang akan dipertanggungjawabkan.

Mungkin salah satu bentuk pelarianku ketika kujenuh adalah dengan mengisi blogku ini, walaupun tergolong pemalas dalam menulis, namun jika memang ada kesempatan, pasti tak lupa aku tuliskan beberapa pengalaman hidupku, sekedar untuk berbagi pengalaman dengan saudara-saudaraku diluar sana. Memang belum bisa rutin aku lakukan, karena sangat membutuhkan mood yang bagus, untuk menulis. Cukup berat memang, namun ketika feeling itu datang, bisa beribu-ribu kata yang mungkin akan tertuang disini (walaupun tak pernah mencapai seribu kata……….wkwkwkkwkwk)

Sang Hina perhatikan, dalam beberapa hari ini di bulan Desember, hujan tampaknya sudah mulai menyebar merata di segala penjuru, seantero wilayah Indonesia, ada beberapa daerah yang hujan sampai 1-2 hari, bahkan ada yang sampai seminggu. Sangat menggembirakan, karena mungkin sudah terlalu lama, makhluk hidup didunia ini menunggu datangnya hujan, sekedar untuk menyegarkan suasana dunia yang semakin panas dan sumpek dengan kerakusan-kerakusan yang melilitnya. Atau sekedar mencari air untuk minum ternak atau bahkan yang lain.

Terkadang hujanpun tak hanya mendatangkan kegembiraan, bahkan bisa mengakibatkan kesedihan. Timbul banjir, tanah longsor, pohon ambruk, penyakit dan yang lainnya. Dilema memang, karena pasti akan datang “antonim situasi” ketika situasi yang lain sedang muncul. Ibarat kata semua sudah diciptakan Sang Maha Mulia dengan sangat indah, seimbang, serasi serta selaras.

Tak butuh waktu lama, untuk kita mengerti, bahwa Tuhan menciptakan kita memang berbeda-beda, dengan wujud fisik yang berbeda, isi otak yang berbeda, sikap dan perilaku yang berbeda pula. Tak lain dan tak bukan bertujuan untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan.

Sikap inilah yang harusnya kita wujudkan, untuk mencapai keharmonisan, kita seharusnya menerima kekurangan atau kelebihan dari apapun dan siapapun, bukan lantas ikut-ikutan marah, gondok, hanya untuk sekedar mengerti apa sebenarnya lingkungan kita inginkan.

Jangan terlalu banyak menuntut, karena sebenarnya kita tak pernah tahu Rahasia Tuhan , yang kita ketahui hanya berusaha sebaik mungkin, dan berusaha menerima sebaik mungkin apapun hasilnya. sekeras apapun kita berusaha, jikalau hasilnya memang sedikit, itulah yang baik untuk kita, karena itu yang menurut Tuhan, itu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

“Kita hanya makhluk, yang berusaha menjadi insan Tuhan yang baik, dan berguna bagi orang lain”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s