Kejadiannya baru tadi malam, kira-kira antara pukul 22.00-22.30an, dengan lokasi berada pada perempatan Matraman, dari arah gramedia ke arah salemba ui.

Kejadiannya secara detail, saya tidak tahu, karena saat itu saya sedang berada pada angkot 01. Kebetulan saat itu kejadiannya baru saja, awalnya saya melihat ada Busway yang ada ‘gandengannya’, tetapi saya perhatikan pintu didepan sebelah kiri dibuka, dan saya perhatikan para penumpang sedang berusaha turun dari buswaynya dengan terburu-buru.

Sesaat kemudian saya perhatikan roda sebelah kiri yang paling belakang tidak ada, dan posisi busway yang belakang miring kekiri. Kemudian saya perhatikan ada keramaian yang baru saja terjadi, saya perhatikan orang-orang yang berada didepan sebuah toko 7-11, sedang mengerubuti sesuatu, ternyata roda dari busway yang dibelakang, baru saja lepas dan menghantam beberapa mobil yang didepannya.

Pecahlah beberapa body dari mobil yang saat itu terkena roda hasil ambrolnya busway, tak pelak, beberapa body mobil itu ringsek. Entah ada berapa mobil yang terkena pastinya, tapi yang jelas, pasti mereka akan meminta pertanggungjawaban dari pihak pengelola busway, karena kejadian tersebut.

Kambing Hitam

bukan untuk bermaksud untuk mencari kambing hitam dalam kejadian ini, namun melihat berita yang selalu muncul dalam media massa, baik media cetak dan elektronik, menandakan bahwa masih diperlukannya banyak koreksi dalam pengelolaan jasa transportasi yang ada di Indonesia.

Ada penumpang dalam angkot yang saya naikin berujar, ” Mampu beli, tapi koq ga bisa ngrawat”. Tersenyum simpul saya mendengarnya. Jika diperhatikan, tak hanya dalam jasa transportasi, dalam hal lainpun, tak ayal banyak yang membuat kita berfikir, bahwa banyak sarana dan prasarana yang kita beli, kita pakai, kita gunakan, namun kita hanya mampu menggunakannya, jarang ada sarana dan prasarana yang mampu kita rawat dengan baik. Contohnya misal detik penunjuk waktu di traffic light, hari ini dipasang, seminggu sampai sebulanpun sudah rusak. contoh lain, lampu -lampu penerangan jalan, banyak yang mati. tak hanya itu, bus-bus, angkot, metro mini, dan yang lain, dan masih banyak lagi.

Lantas tanggung jawab siapakah itu semua, semua kerusakan yang terjadi???????

Tak perlu mencari kambing hitam dalam hal ini, yang perlu adalah dari kita sendiri, tak ada yang mau secara sadar untuk sama-sama menjaga, bahwa apa yang ada dinegeri ini adalah hasil jerih payah dari kita juga, hasil dari sumber daya yang ada dinegeri kita sendiri.

Cintai, Hargai dan Rawat Produk dalam Negeri

Kembali lagi kedalam hati kita, apakah kita termasuk warga negara yang akan menghargai apa yang ada dinegeri kita sendiri, ataukah kita termasuk warga yang senang dengan produk luar negeri dan melihat produk-produk negeri kita tergerus dengan Era Perdagangan Bebas, tergerus dengan produk-produk luar negeri yang membuat nyali pengusaha-pengusaha kecil dan menengah menjadi ciut.

Banyak langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah di negeri ini, namun realisasinya belum kentara, dan semoga tak ada pihak-pihak yang mengatasnamakan negara untuk mencari keuntungan sendiri.

 

2 thoughts on “Busway ambrol di Matraman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s