Setelah jenuh dengan berita-berita yang simpang siur antar pedagang ikan, sekarang ada sedikit angin segar dari dunia pendidikan di indonesia sekarang ini, munculnya produk buatan sekolah kejuruan yang disingkat Esemka, produk yang dibuat oleh putra-putri bangsa, penerus bangsa, yang menjadi kebanggaan untuk memulai semangat produktif, semangat untuk memproduksi barang-barang yang tak kalah dengan karya luar negeri. Semangat yang selama ini tertidur, lalu mati, semangat konsumtif yang sangat kental dinegara ini.

Munculnya produk-produk Esemka ini, adalah contoh bahwa bangsa Indonesia itu masih punya semangat, masih bernyawa, bukan ompong, namun Garuda-garuda muda ini masih punya semangat untuk menunjukkan bahwa kita bukan bangsa yang mau dijajah dengan produk-produk luar negeri, kita mampu untuk membuat produk-produk yang bersaing.

Semangat konsumtif yang kental, dan sering sekali kutemui dimana-mana, ketika ada 2 produk, satu buatan indonesia, dengan harga yang lebih mahal, namun bahan biasa, dan salah satunya, buatan luar negeri, dengan harga yang lebih murah, namun berbahan bagus, pastilah semua orang akan membeli yang harganya lebih murah, dan kualitasnya bagus. Tak beda pula jika kita bercerita tentang merk ternama di Eropa, Amerika, dan Asia…pastilah itu yang menjadi sorotan utama. Padahal secara tidak langsung, jika kita membeli produk dalam negeri kita sendiri, produk-produk inilah yang membuat industri-industri menengah kebawah bisa berangsur-angsur naik, dan memperbaiki produk, dan bisa bersaing pula dengan produk luar negeri, dan yang membanggakan lagi, itu adalah produk kita sendiri.

Jika berkaca dari pengalaman negara-negara yang sekarang menjadi negara-negara berkembang dan maju, seperti Jepang, India, dan Cina. Apa yang bisa kita ambil dari pengalaman mereka dengan kondisi negara yang dulunya bahkan lebih buruk dari kita…semangat mereka untuk maju, untuk berubah, dan untuk produktif…

Semangat Produktif, lebih cerah daripada Semangat Konsumtif

produktif dalam segala hal, baik dalam teknologi, hukum, ekonomi, usaha, tenaga kerja, dan masih banyak lagi. Jangan larut dalam semangat konsumtif, kita terlalu lama untuk itu, Esemka adalah tonggak, adalah titik awal, adalah pintu, untuk bangsa Indonesia terlepas dari Penjajahan dalam Era Globalisasi……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s