Seberapa pantas dirimu untuk dicintai…

Seberapa pantas dirimu untuk dimengerti…

Seberapa pantas dirimu untuk dihargai…

Seberapa pantas dirimu mencintai…

Seberapa pantas dirimu untuk mengerti…

Seberapa pantas dirimu untuk menghargai…

Tak pantaslah kamu untuk bernafaskan cinta, jika kau saja tak pantas untuk dicintai

Tak pantaslah kamu untuk mengerti rasa, jika kau saja tak pantas untuk dimengerti

Tak pantaslah kamu untuk menghargai makhluk Tuhan, jika kau saja tak pantas untuk dihargai

Teruntuk Sang Hina,

yang pengecut hatinya untuk jujur bersikap…

yang terkunci mulutnya untuk berkata benar…

yang diam ketika dituntut sebuah kejujuran…

mau sampai kapankah dirimu enggak mengerti…

semua yang kamu alami adalah sebuah pembelajaran hidup..

bukan untuk menyerah dengan hidup, tapi berjuang untuk hidup…

bukan untuk mati, tapi untuk hidup

bukan untuk bergantung, tapi untuk mandiri, berdiri

teruntuk Sang Hina…masih pantaskah dirimu hidup, jika Allah enggan menerima jiwa dan hatimu yang masih kotor dengan keburukan dan kebusukan duniawi….

teruntuk Sang Hina…segeralah bertobat…karena Allah tak pernah jauh dariMu…

“Ampunilah aku ya Robb yang penuh dengan gelimang dosa…”

3 thoughts on “Untukmu Sang Hina

  1. ketidakjujuran adalah candu, sekali tidak jujur akan membuat ketidakjujuran berikutnya, dan ketidakjujuran adalah hantu, akan menghantui kita sampai kejujuran itu sendiri terungkap, oleh waktu, ketidaksengajaan, oleh diri sendiri ataupun oleh orang lain.

    sadar tidak membuat perubahan dan perbaikan diri, yang diperlukan adalah kesadaran+tindakan dan juga rendah hati untuk mengatakan kesalahan diri dan jujurlah pada diri sendiri dan orang lain. Keterbukaan adalah awal, apa adanya adalah kunci, dan kejujuran adalah inti hidup.

    Nice refleksi masbro🙂

    Like

  2. ketidakjujuran adalah candu, sekali tidak jujur akan menciptakan ketidakjujuran berikutnya, ketidakjujuran juga adalah hantu dia akan menghantuimu sampai terungkap kejujuran itu sendiri, oleh waktu, oleh keadaan, ketidaksengajaan, oleh diri sendiri atau oleh orang lain.

    Hanya sadar tidak cukup tidak akan ada perubahan dan perbaikan diri yang dibutuhkan adalah kesadaran+tindakan. Mulailah jujur pada diri sediri dan orang lain. Rendah hatilah mengakui kesalahan, keterbukaan adalah awal, apa adanya adalah kunci dan kejujuran adalah inti hidup.

    nice refleksi masbro🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s