Memang lebih mudah menyalahkan orang lain, daripada menyalahkan diri sendiri

Memang lebih mudah, memandang orang lain lebih bodoh, daripada menilai kebodohan kita

Memang lebih mudah, mencari kesalahan orang lain, daripada menilai kesalahan diri kita sendiri

Memang lebih mudah, membuat orang lain merasa bodoh, dibandingkan membuat orang lain percaya diri akan dirinya.

Memang lebih mudah, membicarakan kekurangan orang lain, daripada membicarakan kekurangan diri kita sendiri

Memang lebih mudah, mencari kambing hitam akan permasalahan kita, daripada melihat diri kita sebagai penyebab permasalahan tersebut.

Memang lebih mudah, menilai kita lebih baik, daripada menilai kebaikan-kebaikan orang lain.

Memang lebih mudah, menilai kita lebih pintar, daripada kepintaran-kepintaran orang lain.

Memang lebih mudah, menilai kita lebih mulia, daripada kemuliaan-kemuliaan orang lain.

Memang lebih mudah, menilai kita lebih dewasa, daripada kedewasaan-kedewasaan orang lain.

Memang lebih mudah, menilai kita lebih jujur, daripada kejujuran-kejujuran orang lain

Just look @ yourself……………..lihatlah dirimu sendiri…dari samudra hati yang paling dalam

dirimu yang hidup penuh dengan kehinaan, segala upaya yang dilakukan tak pelak hanyalah keinginan untuk mencari kekurangan orang lain, dibandingkan  tahu seberapa buruknya dan hinanya kamu,

jangan pernah lihat dirimu yang penuh dengan kebaikan, tapi Nyalakanlah semangat ingin memperbaiki diri sendiri, dan terus memperbaiki diri,

ingin terus berbuat baik setiap hari, terus dan terus menerus.

sibukkanlah dirimu untuk selalu mendoakan orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan mereka, sehingga tercipta rasa Kasih dan Sayang walau hanya dalam doa…

walaupun banyak manusia yang mendoakan untuk kehinaanmu dalam kemarahan, jangan balas mereka,

namun berikanlah mereka Kasih dan Sayang dari Sang Maha Mulia, dengan mendoakan untuk kebaikan mereka, untuk mendapatkan keberkahan cinta dalam hidupnya

Banyak orang munafik dalam dunia ini, sehingga memang tak mudah untuk mempertahankan idealisme kita, tapi…

Jalan hidup ini memang sulit, terjal dan berliku, setiap langkah penuh dengan perih dan luka

Sabar, tawakal, dan istiqomah….

itulah yang menjadi kekuatanmu, untuk selalu melangkahkan kaki, dan lantang dalam hati…

untuk tetap mencari jalan menuju Cahaya Illahi Robbi….

*inspirasi ketika sepertiga malam terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s