Tak terasa hampir 2 tahun aku berada di kota Metropolitan ini, kesesatan demi kesesatan kujalani, rasa gundah yang melanda tak hanya mampu untuk dibicarakan, namun perlu perenungan mendalam atas semua yang perlahan namun pasti terjawab hikmahnya.

Sampailah kepada sebuah kehidupan yang kuanggap, bahwa setiap kehidupan yang mendekat ke arah ‘KIBLAT’ pastinya akan lebih berat bobot ujiannya, setiap orang yang melangkahkan kakinya menuju Tanah Suci, maknanya adalah kenaikan tingkat derajat menjadi lebih mulia dihadapan Allah.

Ujian-ujian inilah yang senantiasa dialami hampir semua orang yang ada di kota ini, Jakarta. Ujian-ujian yang tak terasa dengan lembut, selembut asap rokok yang terhirup, dan terhisap kedalam tubuh, namun membawa keburukan bagi penikmatnya. Ujian yang senantiasa hadir, tak aral banyak orang terlena, dan kelemahan imanlah yang membuat dirinya Mengejar yang ‘SEMU’ Abadi.

‘SEMU’ Abadi

istilah yang kusebut untuk hal yang paling banyak dikejar oleh manusia didunia, segala jenis hal yang membuat mereka naik derajatnya dimata orang lain, menjadikannya lebih diatas orang lain. Namun KELEBIHAN tersebut tak mampu membawa manfaat bagi dia sendiri yang mengejarnya.

hal yang dimaksud adalah Kecintaan kita yang lebih akan Duniawi, derajat inilah yang sebenarnya membuat seorang Muslim, seorang Mukmin, seorang Mukhlisin menjadi pembeda. kecintaan meraka tiap golongannya berbeda. Inilah yang membuat mereka dihinakan manusia, namun dimuliakan ALLAH.

Apalagi yang lebih kamu cintai, dimuliakan manusia atau dimuliakan ALLAH.

Banyak manusia yang cenderung tahu, namun tak mau tahu, atau pura-pura tak tahu, atau bahkan mereka merasa buta untuk mengakui bahwa mereka tahu. Tahu bahwa hatinya berkata sikap mereka salah, fikir mereka salah, tutur mereka salah. Sikap koreksi inilah yang sekarang jarang dijumpai, merasa bahwa diriKU yang lebih baik, daripada orang lain.

Riya yang terselubung karena kepiawaian Iblis dalam menjerumuskan umat manusia.

Kejarlah sesuatu yang ‘PASTI’ Abadi, janji Allah kepada manusia ikhlas, penuh syukur dan sabar dalam menjalani Alam Dunia ini. saatnya kita menabur benih kebajikan sebanyak-banyaknya dengan tanpa batas, tunggu dengan sabar balasan Allah di SurgaNya yang Abadi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s