Gelar adalah  awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) yang ditambahkan pada nama seseorang untuk menandakan penghormatan, jabatan resmi, atau kualifikasi akademis atau profesional.(http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis_gelar). Banyak jenis0jenis gelar tersebut, antara lain adalah

sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis_gelar)

Jadi sebuah gelar itu merupakan penanda bahwa manusia itu perlu diberikan penghormatan, penanda bahwa manusia itu punya jabatan, penanda bahwa manusia itu punya kualifikasi akademis, dan gelar adalah penanda bahwa manusia itu profesional.

Jika kita lihat bersama, bahkan terakhir kali saya melihat sebuah situs halaman, yang menampilkan sebuah foto dari profesi seseorang, yang secara jelas bahwa gelarnya banyak sekali, kalau tidak salah hampir ada 8 gelar yang beliau sandingkan namanya.

Lantas apa yang kita cari dari pencapaian gelar?? ya…sebuah PENGHORMATAN.

Seberapa pentingkah kita mendapatkan penghormatan orang karena kita telah mendapatkan gelar??

Apakah ini yang merupakan sikap dimana kita itu merupakan kebutuhan ataukah sebuah nafsu yang secara jelas kita bisa menunjukkan sisi kesombongan kita, bahwa kita lebih dibandingkan orang lain??

Jaman Dahulu, orang-orang tua kita yang berjuang membela tanah air hanya lulusan SR atau hanya bahkan merekapun tak bersekolah, namun ketulusan hati mereka yang mau berjuang demi orang lain untuk mendapatkan Kemerdekaan NKRI. Jarang kulihat di batu nisan mereka memakai gelar, memangnya Malaikat Pencabut Nyawa mencabut berdasarkan gelar?? atau Malaikat di Alam Barzah tidak akan menanyai seseorang karena gelar mereka yang panjang??TIDAK

Gelar secara De Facto bisa dibuktikan dengan kita tunjukkan ijazah, sertifikat dll kepada orang lain, yang menunjukkan bahwa kita memang punya gelar, tetapi secara De Jure, terserah kita mau memakai gelar tersebut untuk disandingkan pada nama kita atau tidak.

ketika kita sudah masuk kedalam lingkungan sosial masyarakat, tak perlu lagi masyarakat tahu, apakah kita di kantor itu jadi bos, jadi manager, atau jadi OB?? karena masyarakat tidak menilai itu, keArifan tidak timbul dari gelar, namun dari kebijaksanaan dalam menyikapi sebuah permasalahan.

dan ternyata, semalam mendapat informasi bahwa, Orang-orang Jepang yang menjadi Direktur atau Presiden Direktur, atau bahkan Managerpun tak mencantumkan Gelar mereka, dicantumkan hanya pada CV mereka ketika melamar sebuah pekerjaan.

Luruskan hati, bukan hanya untuk mencari PENGHORMATAN orang lain, tapi mencari manfaat apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

3 thoughts on “Dan Orang Jepang pun tak mencantumkan Gelar Pendidikannya.

    1. mereka berjuang bukan untuk mendapatkan gelar mas, tapi karena kesatuan niat, dan tekad tak perduli lulusan SR, SMP ataukah yang lain, mereka menanggalkan gelar demi tujuan kemerdekaan, sedangkan sekarang banyak orang menggunakan gelar, tidak sedikit yang hanya untuk membela kepentingan mereka pribadi, bukan untuk membela kepentingan bangsa. ada relevansinya ga mas??

      Like

      1. di peperangan yang bisa digunakan adalah senjata dan kemampuan diplomasi (setidaknya itu yang saya tahu). trus bagaimana menggunakan gelar untuk perang? toh semisal punya gelar berjejer sampe 8-pun tidak akan membuat seseorang kebal peluru.

        “mereka berjuang bukan untuk mendapatkan gelar”. saya setuju pendapat ini. tapi justru menenggelamkan saya dalam kebingungan semakin dalam. gelar ini sebagai tujuan atau dari awal sudah dimiliki dan tidak digunakan itu sangat berbeda buat aku.

        entahlah… mungkin saya harus pake hashtag #gagalpaham kali ini😀

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s