Dalam kesunyian malam

angin yang berhembus pelan menyentuh pelan daun-daun yang sedang tertidur

air yang mengalir tenang, seraya khusyuk dalam lantunan syairnya

pohon-pohon riuh dengan tawa, tak sedikit riuh tawa jangkrik dalam lantunan syukurnya

sekejap langit terang karena bulan, sekejap langit jelas karena bintang

waktu serasa terhenti sesaat, untuk mengucap salam kepadamu

Wahai Kekasih Allah…

lakumu yang bijaksana, senyummu yang menawan

langkahmu yang tertata, kata-katamu yang dirantai penuh makna

Duhai Kekasih Allah…

alangkah indahnya jika diriku mampu bertemu

bukan untuk sekedar bertanya

bukan untuk sekedar menatap

namun untuk bersyukur

karena Allah telah menciptakanmu..

Wahai Kekasih Allah…

dalam kerinduan yang melanda ini

kurangkai kata untuk memujamu

wahai penutup para Nabi….

One thought on “Duhai Kekasih Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s