Beberapa hari ini sering terfikir makna beribadah kita dihadapan Allah, kadang kala kita bisa mengatasnamakan semua yang kita lakukan atas dasar ibadah. Bekerja adalah ibadah, bersosialisasi adalah ibadah, jual beli adalah ibadah, berkeluarga adalah ibadah. Apakah karena salah satu wahyu Allah ?

“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (QS Adz Dzariat:56-58)

Berkata Al Imam Ibnu Katsir tentang tafsir ayat ini : “Bahwasanya Allah ta’ala menciptakan makhluk untuk beribadah hanya kepadaNya saja tidak ada sekutu bagiNya. Barangsiapa mentaatiNya maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang sempurna. Dan barngsiapa yang durhaka (menentang) kepadaNya maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat dahsyat. Dan Allah memberitakan bahwanya Dia tidak butuh kepada makhukNya bahkan merekalah yang butuh kepadaNya dan Dialah Yang menciptakan dan Yang memberi rizki mereka.

Lantas seberapa berhak kita mengatasnamakan kegiatan kita/kesibukan kita atas dunia ini dengan landasan ibadah??

JIKA

kita bangun tidur, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita makan, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita berangkat bekerja, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita naik kendaraan, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita masuk kantor, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita bersosialisasi, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita melakukan jual beli, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita berkeluarga, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita mengeluarkan keputusan/kebijakan, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita menjadi pemimpin , tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

kita berkata, tidak pernah merasakan adanya kekuatan Allah

duh Ya Robb….

masih jauh jalan yang harus hamba tempuh untuk mengakui “Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil ‘aalamiin”

Sesungguhnya..

Sholatku,

Ibadahku,

hidupku,

dan Matiku

hanya Untuk Allah.

beri petunjukMu ya Robb dan bimbing kami untuk berlari mendekat kepadaMu…Aaamienn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s